Rabun Jauh dan Atropin

Apa itu Rabun Jauh?

  • Rabun jauh disebut juga miopi
  • Orang dengan rabun jauh dapat melihat benda yang dekat dengan baik namun kesulitan untuk melihat benda yang jauh
  • Rabun jauh terjadi saat diameter bola mata terlalu panjang, sehingga menyebabkan cahaya jatuh di depan retina, dan tidak terfokus tepat di retina
    • Biasanya dilambangkan dengan tanda “minus” dan dinyatakan dalam satuan dioptri (D)
      myopia and atropine
  • Kacamata, lensa kontak, dan LASIK dapat digunakan untuk mendapatkan penglihatan yang baik tetapi tidak mengatasi masalah panjang bola mata yang meningkat
  • Rabun jauh berat dapat dikaitkan dengan kondisi-kondisi yang berpotensi menyebabkan kebutaan seperti sobekan retina, glaukoma, katarak, dan neovaskularisasi koroid

 

Penyebab Rabun Jauh

  • Rabun jauh sangatlah bersifat herediter (menurun secara genetik dari orang tua kepada anak)
  • Faktor-faktor lingkungan juga diketahui memainkan peranan penting:
    • Tingkat pendidikan
    • Jumlah waktu yang dihabiskan di luar ruangan
    • Faktor-faktor sebelum kelahiran

 

Bagaimana Cara Memperlambat Pemburukan Rabun Jauh?

  • Habiskan waktu lebih banyak di luar ruangan
  • Pelatihan visual (visual training) dan biofeedback
    • Tidak menghasilkan perbaikan rabun jauh yang signifikan
  • Memakai kacamata dengan kekuatan lebih lemah dibandingkan seharusnya (under-correcting myopia)
    • Memakai kacamata 0.75D lebih lemah daripada seharusnya berakibat pada pemburukan rabun jauh yang lebih cepat
  • Pemakaian kacamata lensa bifokal atau progresif
    • Tidak menghasilkan perbaikan rabun jauh yang signifikan
  • Lensa dengan desain peripheral
    • Desain lensa kacamata dengan zona konsentris dan peripheral defocus terbukti berpengaruh pada perkembangan organ refraksi mata anak ayam dan mengurangi pemburukan rabun jauh
    • Meskipun demikian, riset pada anak-anak tidak menemukan efek yang signifikan dari kacamata ini dalam memperlambat pemburukan rabun jauh, kacamata ini juga dikaitkan dengan perubahan konstan dari posisi mata saat melihat melalui lensa
    • Lensa kontak yang mengadopsi desain serupa telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mengurangi pemburukan rabun jauh
  • Farmakoterapi
    • Tetes mata atropin telah terbukti memiliki efek yang baik dalam memperlambat pemburukan rabun jauh
  • Lensa kontak dan ortokeratologi
    • Terdapat risiko infeksi kornea dan jaringan parut permanen

 

Tetes Mata Atropin

  • Riset mengenai pengobatan atropin untuk rabun jauh pada anak-anak pertama kali dilakukan pada tahun 70-an
    • Pada penelitian terbaru, atropin telah dicoba pada 400 anak-anak dengan rabun jauh di Singapura
    • Hasil riset menunjukkan bahwa dalam waktu 2 tahun, kenaikan rata-rata rabun jauh pada anak-anak yang diobati dengan atropin hanyalah 25 derajat, dibandingkan dengan 125 derajat pada mereka yang tidak diobati dengan atropin
    • Tetes mata atropin pada umumnya memperlambat pemburukan rabun jauh sebesar 60%
    • Efek obat bertahan selama 1 tahun setelah obat dihentikan, namun pada beberapa kasus, pemburukan rabun jauh kembali terjadi
    • Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsentrasi atropin yang lebih rendah (0.01%) memiliki efek samping minimal namun dengan kemanjuran yang hampir sama dan membuat kasus kembalinya pemburukan rabun jauh lebih jarang terjadi
    • Kesimpulannya adalah penggunaan atropin dalam jangka pendek adalah aman dan dapat mengurangi pemburukan rabun jauh
  • Tetes mata atropin diberikan setiap malam
  • Dapat perlu digunakan selama 2 tahun atau lebih
  • Efek samping yang mungkin terjadi:
    • Rasa silau saat matahari terik
      • Lensa fotokromatik atau kacamata hitam mungkin diperlukan
    • Kabur jika melihat benda berjarak dekat
      • Kacamata bifokal atau progresif mungkin diperlukan untuk membantu melihat dekat
    • Efek-efek samping di atas biasa terjadi pada penggunaan atropin 1%; pada penggunaan dengan kadar yang lebih rendah yaitu sebesar 0.01%, efek dilatasi pupil dan kabur saat melihat benda berjarak dekat hampir selalu tidak ada
    • Efek samping sistemik seperti wajah merona, demam, denyut nadi cepat, mulut dan kulit kering, susah buang air besar, dan rasa kantuk kebanyakan terjadi pada bayi dan balita dan belum pernah dilaporkan terjadi pada anak-anak dengan rabun jauh yang diterapi dengan atropin di Singapura
    • Efek-efek samping adalah sementara dan akan hilang dalam beberapa waktu setelah tetes mata dihentikan
    • Efek samping jangka panjang tidak diketahui atau dilaporkan, namun peningkatan paparan cahaya pada lensa dan retina dapat menyebabkan katarak prematur, disfungsi retina, atau degenerasi makula

Untuk menjadwalkan janji temu atau untuk mengetahui lebih lanjut tentang tetes mata atropin sebagai pengobatan rabun jauh untuk anak Anda, silakan hubungi 6777 6058. Atau silakan kirimkan pertanyaan kepada kami.

WhatsApp chat